Postingan

Menampilkan postingan dengan label PERSONAL

ALERGI GIGITAN SEMUT

Gambar
Di tahun 2015 aku pernah dirawat di salah satu rumah sakit karena alergi (badan panas, bentol-bentol seluruh badan dan sesak nafas). Gak tanggung tanggung, aku di rawat hampir 1 minggu dengan bantuan alat pernafasan. Yang menjadi pertanyaan samapais ekarang adalah dokter tidak tau aku sakit (alergi) karena apa. Setiap hari darahku diambil untuk di lakukan pemeriksaan lab. Dan lagi-lagi hasilnya berbeda beda. Awalnya aku didiagnosa sakit tipes. Hasil tes darah di hari selanjutnya aku didiagnosa sakit malaria. Dan aku masih belum puas karena gejala yang aku alami tidak seperti sakit malaria ataupun tipes. Semakin aku panik rasa gatal, sesak nafas dan demam ku semakin memburuk. Awalnya aku dirawat hanya tiga hari. Setelah membaik aku diizinkan pulang. Tapi setelah sampai rumah sesak nafasku kembali kambuh dan demamku semakin tinggi. Akhirnya aku di bawa ke rumah sakit lagi. Setelah beberapa hari di rawat dan keadaannku betul betul membaik akhirnya aku di bawa pulang dengan kakakku. Da...

Nyesel ya memutuskan untuk menikah?

Gambar
Pertanyaan paling aneh yg pernah ku dengar darinya di usia pernikahan kami yang belum genap satu bulan,  "nyesel ya memutuskan untuk nikah [sama aku]?" Pengen nangis tapi lucu lucu gemesh. Alih alih menjawab pertanyaannya, dalam hati aku malah membatin, "apa dia menyesal menikah denganku?" Ah sudahlah. Untuk menenangkan hatiku aku beranggapan ini hanya perasaan penasaran dari dua anak manusia yg gak lama kenal lalu memutuskan untuk menikah. Hei suamiku, satu hal yang harus kamu tau, aku sangat bersyukur kamu memilih dan mempercayaiku untuk menjadi istrimu.💕 -she

SEHELAI KAIN DI WAJAHKU

Gambar
Kenapa? Haruskah aku melepaskannya? Karena sampai saat ini aku tak juga seperti kebanyakan dari mereka. Haruskah aku melepaskannya? Karena sampai saat ini aku tak seperti yang kalian inginkan. Haruskah aku melepaskannya? Melepasnya. Itu kan yang kalian mau. Tapi,... taukah kalian bagaimana aku sebelum ini? Taukah kalian bagaimana perjuanganku? Taukah kalian apa yang kualami? Kenapa? Kenapa kalian begitu mempermaslahkannya? Apa sehelai kain ini telah menghilangkan nurani kalian? Apa sehelai kain ini telah menutup cara berfikir kalian? Kenapa? Kenapa kalian selalu mempermasalahkannya? Jujur aku penasaran dengan isi kepala kalian.

B A P A K

Kegarangannya mulai luntur seiring bertambahnya usia. Dulu aku meganggap aku paling beruntung karena aku tak pernah meraskaan cambukan, amukan, atau semacamnya dari bapak. Iya, aku anak kesayangan. Begitulah kata kakak-kakak ku. Aku dibesarkan berbeda dengan kakak-kakak ku. Aku tak bisa menolaknya. Begitulah adanya. Sesekali kakak-kakak ku kadang cemburu. Aku selalu mendapat apa yang kuinginkan. Walaupun tidak dalam waktu itu juga. Terlahir dari anak ke delapan dari delapan bersaudara tentu saja menjadi sesuatu yang berbeda. Walaupun menurut kakak-kakak ku aku menjadi anak kesayangan, bapak tak pernah mendidik anak-anaknya menjadi makhluk cengeng apalagi gengsian. Dari kecil kami selalu di ajarkan kemandirian. Salah besar jika kalian kira aku berangkat sekolah diantar orang tuaku. Dari Taman Kanak-Kanak aku selalu berangkat ke sekolah tanpa diantar orang tua. Bahkan aku masih ingat berangkat dengan mengendarai sepeda mungil punya kakak ku yang kiri di wariskan kepadaku. Sampa...

J I K A

Gambar
Bagaimana jika  kita tak lagi bersikap apatis? Terutama terhadap aset negara yang menjadi hajat hidup orang banyak? Bagaimana jika kita mulai peduli. Misalnya peduli dengan kondisi hutan di Indonesia. Apa kita rela jika suatu saat hutan di indonesia habis. Apa bentuk pertanggungjawaban kita untuk generasi selanjutnya? Bayangkan setiap tahunnya luas hutan di indonesia terus mengalami penyusutan. Akibat bencana alam, ataupun kesengajaan seperti penambangan, pengelolaan SDA yang kurang tepat,  penggunaan lahan sebagai lahan pemukiman dan lahan industri perkebunan kelapa sawit. Kebakaran hutan sering terjadi seiring datangnya musim kemarau. Mirisnya ada beberapa pihak yang tak bertanggung jawab menjadikan musim kemarau sebagai alat untuk melancarkan aksi pembukaan lahan dengan cara membakar hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit dan kayu. Masih ingatkah dengan tragedi kebakaran hutan besar-besaran di tahun 2015? Pada tahun 2015 tercatat area terbakar sel...

A K U

Gambar
A K U Adalah anak ke delapan dari deapan bersaudara. Tiga kakak laki-laki dan empat kakak perempan. Bapak seorang petani dan mamak sebagai ibu rumah tangga. Memasuki usiaku yang ke dua puluh enam, ada banyak sekali tekanan dalam diriku. Terutama perihal “menikah”. Bagaimana tidak, aku seharusnya dapat penghargaan karna di usiaku saat ini belum menikah. Berbeda dengan Ke tujuh kakak ku yang kesemuanya sudah menikah saat usia mereka di bawah dua puluh lima tahun. Iya saat ini mereka pun sudah punya momongan. Sebetulnya aku tak begitu merisaukan perihal “menikah”. Karna saat ini yang menjadi perioritas dalam hidupku adalah melanjutkan pendidikan S2. Hanya saja orang tua dan kakak-kakak ku sudah tak sabaran, desakan mereka untuk memintaku segera menikah lambat laun membuatku tertekan. Dan tekanan ini semakin menjadi saat keponakanku di akhir tahun 2017 lalu menikah dengan pujaan hatinya dan kini setelah hampir dua tahun menikah mereka tengah menunggu kelahiran anak pert...

S E N G A J A

Gambar
Sengaja. Ada yang sengaja berbuat baik agar disukai orang. Ada yang sengaja berbuat jahat agar dijauhi. Ada yang sengaja hadir memperi perhatian. Ada yang sengaja pergi untuk memberi luka. Ada yang sengaja menutupi kesalahan agar tetap aman. Ada yang sengaja membuat kesalahan agar bisa terbebas dari zona nyaman. Ada. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc19 #30hbc1915

D I A M

Gambar
Diam. Dengarkan saja, jangan berkomentar sepatah katapun.  Walau  dalam riuhnya suasana tetap akan kau temukan. Akan ada bisikan yang memberitahumu tentang keajadian yang sebenarnya. Kebanyakan akan ikut bersuara entah itu  membela atau menyalahkan, padahal tidak tahu ujung pangkalnya. Kebanyakan menilai hanya meihat dengan kasat mata, padahal semua terjadi tidak begitu saja. Dunia memang penuh dengan sandiwara. Hanya beberapa yang tak terjebak dalam drama yang tak berirama.  Dunia memang penuh dengan sandiwara. Jangan sampai terperdaya dalam indahnya alur cerita. Diam. Dengarkan saja, jangan berkomentar sepatah katapun.  Walau  dalam riuhnya suasana tetap akan kau temukan. Akan ada bisikan yang memberitahumu tentang keajadian yang sebenarnya. Biarkan intuisimu bekerja.